RSS Subscribe

Jumat, 18 Maret 2011

MENULIS DAPAT MERUBAH PIKIRAN ORANG LAIN


Oleh : Sari Damayanti
Mahasiswa KI angkatan 2008

Menulis adalah aktifitas yang unik, karena menulis menuntut pelakunya untuk dapat mengintegrasikan antara otak dan tangan. Semakin ia dapat mengompromikan dua organ tersebut, semakin ia memperoleh kemudahan dalam menjalankannya. Oleh karenanya, tidak semua orang mempunyai kemampuan seperti itu, akan tetapi semua orang dapat berusaha untuk mendapatkannya. Tergantung seberapa keras usaha yang dilakukannya. Itulah asiknya menulis, dengan menulis kita dipaksa untuk memikir ulang segala persoalan yang telah di hadapi yang telah terkubur dalam memori. Dengan menulis pula, kita bisa membaca kembali apa yang telah terjadi dalam hidup. Dengan begitu kita mampu merasakan berbagai macam perasaan yang dimunculkan oleh sebuah tulisan. Getir, gundah, gelisah, sakit, bahagia, adalah beberapa perasaan yang dapat kita jamah walau hanya melalui sebuah tulisan. Selain itu kita dapat mengambil hikmah dari semua yang kita alami.
Tidak semua orang menyukai aktifitas menulis. Ada yang beranggapan bahwa menulis adalah aktifitas yang membosankan, dan sia-sia belaka karena hanya membuang waktu untuk sebuah tulisan yang belum tentu dibaca apalagi dinikmati oleh pembaca. Sebaliknya, ada yang menganggap bahwa menulis adalah hal yang mengasikkan. Berbagai alasan pun dikemukakan oleh mereka. Mulai dari sekedar hobi, pengembangan bakat, tuntutan profesi, bahkan ada yang mengatakan bahwa menulis adalah panggilan jiwa. Tentu saja, karena menurut…….. tulisan dapat mempengaruhi pikiran orang lain. dan mengubah pikiran orang lain atau menginspirasi orang lain.
Akan tetapi terkadang kita enggan untuk menulis karna kita tidak tahu harus memulai dari mana dan tidak mengerti apa yang kita tulis, sebenarnya inilah tantangan bagi penulis pemula yang kerap kali melanda mereka.
Apa sebenarnya yang menarik dari kegiatan menulis? Adakah manfaat menulis itu sendiri. yang menarik dari kegiatan menulais antara lain:
  1. Kegiatan menulis bisa tercermin lewat kepuasan batin bahkan memberikan pengaruh bagi pola hidup si penulis.  Secara aktivitas, menulis memang membutuhkan waktu yang kadang-kadang tak sedikit. Bisa berjam-jam, berhari-hari bahkan berbulan-bulan. Apalagi jika tulisan yang dibuat bersifat riset ilmiah atau sebuah discovery, waktu yang dibutuhkan bisa bertahun-tahun. Namun, proses itu akan terasa begitu berharga ketika hasil itu diapresiasi dan memberi banyak manfaat. Sebuah kepuasan yang tidak terbeli dengan nilai material. Kepuasan batin ini akan memberikan pengaruh positif terhadap kondisi mental si penulis. Misalnya, bisa memotivasi kreativitas dan rasa percaya dirinya untuk menghasilkan tulisan yang lebih baik.
  2. Menulis bisa membuat gila. Mengapa? karena menulis itu memerlukan ide, masalah dan tujuan. Orang bisa menjadi gila baca dan gila pengetahuan untuk mendapatkan inspirasi bagi tulisannya; gila-gilaan mengasah imajinasi untuk menemukan ide-ide gila dan mengembangkan cerita pada tulisannya. Orang juga bisa segila mungkin menggali pengalaman individual dan sosial untuk menemukan masalah serta data-data pendukung tulisan; memiliki semangat, kemauan dan strategi yang gila untuk menuangkan ide, merumuskan dan mencapai tujuan dari tulisannya; serta menjadi gila kerja untuk menghasilkan karya yang luar biasa. Berkaitan dengan ini, ada sejumlah orang yang harus menulis terlebih dahulu agar ia bisa tertidur. Ini menunjukkan adanya koneksi antara kepuasan hati dengan ketenangan pikiran dengan mengekspresikan dorongan hasrat dan imajinya. Makanya menulis bisa membuat orang menjadi gila, maksudnya menggilai aktivitas itu.
     Dlam setiap apa yang kita lakukan pasti akan membuahkan manfaat Sedangkan manfaat dari menulis itu sendiri :
@.Menulis dapat menjadi tempat menyalurkan perasaan dan pendapat yang jika disimpan bisa berdampak negatif bagi tubuh dan pikiran secara fisik dan mental.Sebagaimana diungkapkan James Pennebaker, Ph.D, dan Janet Seager, Ph.D, dalam jurnal Clinical Psychology bahwa orang yang memiliki kebiasaan menulis umumnya memiliki kondisi mental lebih sehat dari mereka yang tidak punya kebiasaan tersebut. Pikiran yang sehat tentunya akan memberi kekuatan positif pada tubuh kita. Dengan memahami ini, maka menulis bisa menjadi kekuatan dan sebuah tulisan bisa menjadi kekuatan bagi penulis bahkan pembacanya.
@. Menghargai data dan waktu. Joel Saltzman dalam bukunya If You Can Speak You Can Write mengungkapkan bahwa menulis tidak berhenti pada langkah pertama. Artinya, menulis tidak cukup sekali dan sekali jadi, tetapi diperlukan upaya untuk menulis kembali. Penyuntingan, revisi, dan penulisan kembali
@.Tulisan yang anda rampung ,jelak akan berguna menjadi sumber inspirasi dan kekayaan pengetahuan yang luarbasa
 Betapa indahnya ketika kita bisa memberi yang terbaik buat diri sendiri dan orang lain dan dapat menggunakan waktu sebaik mungkin .Orang yang menghargai waktu merupakan orang yang mampu dan mau memanfaatkan waktu sesempit apa pun untuk lebih memaknai hidup, sehingga dengan sendirinya akan membangun mentalitas dan pola pikirnya.
Yuk, mariiiiiiiiiiiiii….! kita mulai menulis,luangkan waktu tuk menulis apa yang ada dalam fikiran,sedangkan ketika kita ingin menulis kita tahu Tata cara penuliasan dan tata cara penulisan sendiri bisa di asah dengan selalu rajin menulis dan menulis. Karena apapun itu semuanya perlu berlatih dan terus diasah.Diantara tata cara penulisan : Pertama, Belajar menulis dengan apa adanya, biarkan lepas tanpa beban, dengan begitu anda akan menulis dengan santai, tulisan itu akan mengalir dengan apa adanya.
Kedua, Tulisan  jangan terlalu di bikin bikin, menulislah dengan kemampuan yang anda miliki pada topik yang anda tulis.
Ketiga, Jangan bertele-tele dengan mengulang ulang kata, pengulangan kata yang terlalu sering akan membuat pembaca artikel di blog anda jadi bosen.
Keempat, Gunakan kata atau bahasa biasa, jangan sok intelektual atau menggunakan bahasa  yang susah di pahami masyarakat umum.
Kelima, jangan lupa  memberi paragraf, setiap kalimat pada paragraf jangan terlalu panjang, agar memudahkan orang mengeja dan memahami, tempatkan koma ataupun titik pada semestinya.
Keenam, Terus menulis dan menulis, asah kemampuan dalam menulis. Semua kebiasaan akan membantu kita untuk menulis dengan baik dan enak di baca.
   Semaua orang bisa menulis dengan baik asal mau berlatih dan berlatih.Tidak peduli latar lbelakang pendidikan, pekerjaan, tua, muda ataupun siapa saja terutama kaum muda yang sekarang ini tak jarang meremehkan budaya menulis,mereka beranggapan bahwa pengetahuan yang baru di dapatnya secara otomatis telah terekam di memory otaknya ,sehingga tak perlu lagi tuk menulis
      Inilah suatu kesalahan yang fatal,sebagai kaum muda terutama mahasiswa seharusnya biasa mengembangkan kreativitas menulis,sehingga dapat memberikan manfaat kelak baik bagi dirinya sendiri maupun orang lain.karna ketika menulis kita mendapatkan kebebasan,ketika menulis kita dapat menemukan diri sendiri dan ketika menulis kita kan selalu  menemukan ide-ide baru.


Menulislah dengan gaya menulis anda sendiri,karna dari situlah kekreatifan kita akan muncul dengan sendirinya.

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More