RSS Subscribe

Jumat, 08 April 2011

Mendidik Balita secara Islami


Saudari-saudariku calon bidadari Jannah yang dirahmati oleh Allah ta’ala…
Semoga catatan berikut ini dapat dijadikan sebagai perhatian khusus, mengingat sedemikian derasnya arus informasi dan komunikasi yang cenderung menyesatkan, dan itu dapat dengan mudah di “konsumsi” oleh putra putri generasi Rabbani kita selanjutnya.

Maka sebelum terlambat, mari kita antisipasi sejak dini…

Aqidah Islam
Aqidah Islam adalah iman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitabNya, para RasulNya, hari akhir, kepada qadla dan qadar baik buruk keduanya dari Allah SWT. Keimanan terhadap keenam rukun iman tersebut haruslah didapat dengan proses berpikir dan dilandaskan pada dalil naqli maupun aqli. Akal memiliki peran yang sangat besar dalam proses keimanan seseorang.
“Sesungguhnya pada langit dan bumi benar-benar terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang yang beriman. Dan pada penciptaan kamu dan binatang-binatang melata yang berterbaran (di muka bumi) terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang meyakini.” (Al-Jaatsiyat 3-4)
Menanamkan aspek keimanan kepada anak dapat dilakukan dengan mencoba mempelajari proses kehidupan Rasulullah SAW selama bergaul dengan anak-anak dan langkah-langkah yang dilakukan Beliau dalam membina dan mendidik pribadi mereka. Kita akan menemukan lima pola dasar pembinaan aqidah sebagai berikut : Mengajarkan kalimat tauhid, Menanamkan cinta kepada Allah SWT, Menanamkan cinta pada Rasulullah SAW, Mengajarkan Al-Qur’an dan mendidik anak berpegang teguh pada aqidah dan rela berkurban.

Perkembangan Anak Usia 0-3 tahun
Secara fisik anak usia 3 tahun sudah mampu melakukan gerakan-gerakan motorik yang sederhana.
Seperti berdiri dalam keadaan siap, berdiri dengan 1 kaki selama 30 detik, melompat-lompat seperti katak, naik dan turun tangga, mengayunkan lengan secara berulang-ulang, melambungkan bola dan menendang bola dalam keadaan diam. Perkembangan motorik halusnya antara lain bisa meniru gerak gerik tangan, memegang pensil, membuat sesuatu dengan benda yang lunak (plastisin), membalik halaman buku satu persatu, menarik garis datar dan tegak, melipat, dan menggunting mengikuti garis lurus.
Anak sampai usia 3 tahun juga sudah dapat menberikan informasi tentang dirinya (nama panggilan dan umur), menirukan kembali urutan kata (2 kata), mengikuti perintah sederhana, menyanyikan satu lagu, mengemukakan keinginan, mengungkapkan rasa, menyebutkan bilangan , dan senang mendengarkan orang bercerita. Anak juga sudah mulai mandiri, tidak tergantung sepenuhnya pada orang tua. Bisa makan dan minum sendiri, membuka dan menutup pintu, membuka celana dan baju, mencuci tangan sendiri dan buang air sendiri. Perkembangan kognitifnya antara lain bisa menyebutkan 4 warna, membedakan ukuran benda besar dan kecil, mengetahui bentuk lingkaran, segitiga dan segi empat. Anak juga akan terus bertanya dengan menggunakan kata “apa”.

Sekalipun belum fasih mengucapkannya, anak usia 3 tahun sudah dapat melafadzkan doa dan hadits, melafadzkan dan hafal kalimat-kalimat thoyyibah. Anak juga mulai dapat mengenal dan mau melakukan gerakan wudlu dan shalat sekalipun belum berurutan.

Penanaman Aqidah Pada Anak 0-3 tahun
  1. Mengajarkan Kalimat Tauhid

Ibnu Abbas ra menceritakan bahwa Rasulullah SAW bersabda:
“Jadikanlah kata-kata pertama kali yang diucapkan seorang anak adalah kalimat Laa ilaaha illallaah. Dan bacakan padanya ketika menjelang maut kalimat Laa ilaaha illallaah”. (HR. Al-Hakim).
Tujuan dari memperdengarkan dan mengajarkan kalimat tauhid ini agar pertama kali yang didengar anak yang baru lahir adalah kalimat tauhid. Jadikan suara yang didengar pertama oleh mereka adalah pengetahuan tentang Allah, keesaanNya. Mengajarkan kalimat tauhid sejak dini juga dilakukan dengan memperdengarkan adzan di telinga kanan dan iqomah di telinga kiri. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra:
“Bahwa Nabi SAW telah meyuarakan adzan pada telinga Al- Hasan Bin Ali (yang sebelah kanan) ketika ia dilahirkan dan menyuarakan iqomat pada telinga kirinya”.

  1. Mengenalkan dan Menanamkan Cinta Pada Allah

Mengenalkan Allah pada anak usia di bawah 3 tahun juga dapat dilakukan dengan terus menerus melafadzkan kalimat thoyyibah. Seperti mengucapkan Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akabar disertai dengan aktivitas yang dilakukan sehingga anak bisa menyambungkan bacaan dan aktivitasnya. Misalnya Alhamdulillah diucapkan sebagai wujud rasa syukur ketika selesai melakukan aktivitas tertentu. Subhanallah dilafadzkan jika melihat ciptaan Allah dan sebagainya. Selain itu anak juga mulai dapat dikenalkan Allah melalui ciptaanNya. Anak-anak seusia ini sangat senang dengan binatang. Anak bisa kita ajak ke kebun binatang, mendengarkan suara-suara binatang, bernyanyi dan lain-lain. Tentang siapa Allah, ajarkan Surat Al-Ikhlas dengan artinya, dan juga lagu-lagu yang syairnya dapat mengenalkan anak pada Allah SWT.

  1. Menanamkan Cinta pada Rasul

Rasulullah SAW bersabda:
“Didiklah anak-anakmu pada tiga perkara: mencintai nabi kamu, mencintai ahli baitnya dan membaca Al-Qur’an. Sebab orang-orang yang memelihara Al-Qur’an itu berada dalam lindungan singasana Allah pada hari tidak ada perlindungan selain dari pada perlindunganNya beserta para NabiNya dan orang-orang yang suci” (HR. Ath-Thabrani)
Para sahabat dan ulama salaf sangat suka menceritakan sejarah kehidupan Nabi Muhammad SAW terhadap anak-anak mereka, dengan diselingi materi pelajaran Al-Qur’an. Pemahaman terhadap sejarah kehidupan Nabi diyakini akan memberikan pengaruh kepada pendidikan dan perkembangan jiwa anak. Karena pemahaman yang baik terhadap kepribadian Nabi SAW, secara tidak disadari akan menumbuhkan rasa cinta anak terhadap pribadi beliau. Beliau akan dijadikan sebagai tokoh pujaan yang pada akhirnya anak akan berusaha meniru apa yang beliau telah lakukan selama hidupnya. Langkah semacam ini secara perlahan akan membentuk pribadi anak tidak lepas dari patokan agama, mampu memahai makna cinta yang sebenarnya terhadap beliau, serta memiliki semangat jihad yang tinggi dalam rangka menyelamatkan umat manusia dari lingkungan yang penuh dengan kesesatan menuju lingkungan yang baik, dari dunia yang penuh dengan kebatilan menuju dunia yang penuh dengan kebenaran, dan dari lingkungan yang penuh kebodohan menuju cahaya Islam yang gemilang.
  1. Mengajarkan Al-Qur’an

Mengajarkan Al-Qur’an kepada anak berarti mengajak anak untuk dekat kepada pedoman hidupnya. Dengan cara itu, mudah-mudahan kelak ketika dewasa anak-anak benar-benar dapat menjalani hidup sesuai dengan Al-Qur’an. Inilah satu-satunya jalan untuk membentuk menjadi manusia yang shaleh. Mengajarkan Al-Qur’an pada anak 0 sampai 3 tahun dapat dilakukan dengan mulai mengenalkan, memperdengarkan, dan menghafalkan. Tak heran bila Rasulullah mengingatkan kita untuk mendidik anak dengan al Qur’an.

“Sesungguhnya Al-qur’an ini memberikan petunjuk kepada jalan yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan amal shalih bahwa bagi mereka ada pahala yang besar”. (QS. Al-Isra : 9).

Mengenalkan Al-Qur’an
Saat yang paling tepat mengenalkan Al-Qur’an adalah ketika anak sudah mulai tertarik dengan buku. Anak usia 2 sampai 3 tahun biasanya sudah mulai tertarik dengan buku. Hal ini penting, karena banyak orang tua yang lebih suka menyimpan Al-Qur’an di rak lemari paling atas. Sesekali perlihatkanlah Al-Qur’an kepada anak sebelum mereka mengenal buku-buku lain, apalagi buku dengan gambar-gambar yang lebih menarik. Mengenalkan Al-Qur’an juga bisa dilakukan dengan mengenalkan terlebih dulu huruf-huruf hijaiyyah. Bukan mengajarinya membaca, tetapi sekedar memperlihatkannya sebelum anak mengenal A, B, C, D. Tempelkan gambar-gambar tersebut ditempat yang sering dilihat anak.Tentu dilengkapi dengan gambar dan warna yang menarik. Dengan sering melihat, akan memancing anak untuk bertanya lebih lanjut. Saat itulah kita boleh memperkenalkan huruf-huruf Al-Qur’an.

Memperdengarkan
Memperdengarkan ayat-ayat Al-Qur’an bisa dilakukan secara langsung atau dengan memutar kaset atau CD. Kalau ada teori yang mengatakan bahwa mendengarkan musik klasik pada janin dalam kandungan akan meningkatkan kecerdasan, Insya Allah memperdengarkan Al-Qur’an akan jauh lebih baik pengaruhnya buat bayi. Apalagi jika ibu yang membacanya sendiri. Ketika membaca Al-Qur’an, suasana hati dan pikiran ibu akan menjadi lebih khusyu’ dan tenang. Kondisi seperti ini, akan sangat membantu perkembangan psikologis janin yang ada dalam kandungan karena secara teoritis, kondisi psikologis ibu tentu akan sangat berpengaruh pada perkembangan bayi khususnya perkembangan psikologisnya. Ibu yang sering mengalami stress, tentu akan berpengaruh buruk pada kandungannya.
Memperdengarkan Al-Qur’an bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja. Juga tidak mengenal batas usia anak. Untuk anak-anak yang belum bisa bicara, Insya Allah lantunan ayat al Qur’an itu akan terekam dalam memorinya. Dan jangan heran kalau tiba-tiba si kecil lancar melafadzkan surat al-Fatihah, misalnya begitu dia bisa bicara. Untuk anak yang lebih besar, memperdengarkan ayat-ayat al-Qur’an (surat-surat pendek) terbukti memudahkan anak menghafalkannya.

Menghafalkan
Menghafalkan Al-Qur’an bisa dimulai sejak anak lancar berbicara. Mulailah dengan surat atau ayat yang pendek. Atau potongan lafadz dari sebuah ayat (misalnya fastabiqul khayrat, hudallinnas, birrulwalidayn dan sebagainya). Menghafal bisa dilakukan dengan cara sering-sering membacakan ayat-ayat tersebut kepada anak, dan latihlah anak untuk menirukannya. Hal ini dilakukan berulang-ulang sampai anak hafal di luar kepala. Masa anak-anak adalah masa meniru dan memiliki daya ingat yang luar biasa. Orang tua harus menggunakan kesempatan ini dengan baik, jika tidak ingin menyesal kehilangan masa emas (golden age) pada anak. Menghafal bisa dilakukan kapan saja. Usahakan di saat anak merasa nyaman. Walau demikian, hendaknya orang tua tetap mempunyai target baik tentang ayat, atau jumlah yang akan dihafal anak.

5. Mendidik Berpegang Teguh Pada Aqidah dan rela Berkurban

Aqidah yang tumbuh dan tertanam dalam jiwa anak merupakan sesuatu yang sangat penting sebagai salah satu pijakan dan pedoman hidup dalam menata masa depan yang berarti dan secara tidak langsung berdampak positif bagi kelangsungan hidup masyarakat. Karena itu penanaman aqidah pada anak sejak dini merupakan sarana pendidikan yang efektif bagi pertumbuhan dan perkembangan jiwa anak. Dan diakui bahwa aqidah yang tertanam dalam jiwa anak akan semakin kokoh apabila anak bersangkutan memiliki nilai-nilai perjuangan dan pengorbanan dalam dirinya untuk membela aqidah yang diyakini kebenarannya, bahkan tidak peduli terhadap resiko yang mengancam dirinya. Semakin kuat nilai perjuangan dan pengorbanan seseorang akan semakin kokoh pula aqidah yang dimiliki.

Ceritakan kisah anak-anak para sahabat yang sangat antusias mempelajari ajaran Islam, bahkan tidak sedikit yang berani berkurban untuk menegakkan dan mengharumkan kalimat Allah. Imam Ahmad dan Bukhari mengeluarkan sebuah hadits yang bersumber dari Anas Bin Malik r.a yang menceritakan bahwa Haritsah Bin Ar-Rabi’ r.a ikut dalam perang Badar, padahal dia masih kecil. Tiba-tiba sebatang anak panah mengenai urat lehernya, dan mati syahidlah dia. Mendengar berita bahwa anaknya telah gugur di medan perang, ibunya menemui Rasulullah SAW seraya berkata’ “Ya Rasulullah, aku mendengar anakku, Haritsah telah gugur. Jika ia termasuk ahli syurga, aku akan tabah menghadapi musibah ini. Namun, jika terjadi sebaliknya maka Allah akan melihat apa yang akan aku lakukan ini”
Rasulullah SAW bersabda, “Wahai ibunya Haritsah, anakmu tidak hanya ada di dalam syurga, bahkan dia berada di dalam syurga yang banyak. Dia menjadi ahli firdaus yang paling tinggi”.

Masa-Masa Penting Pertumbuhan Anak
oleh: Emmy Soekresno, S.Pd.
Anak adalah aset bagi orang tua dan di tangan orangtualah anak-anak tumbuh dan menemukan jalan-jalannya. Saat si kecil tumbuh dan berkembang, ia begitu lincah dan memikat. Anda begitu mencintai dan bangga kepadanya. Namun mungkin banyak dari kita para orangtua yang belum menyadari bahwa sesungguhnya dalam diri si kecil terjadi perkembangan potensi yang kelak akan berharga sebagai sumber daya manusia.
Dalam lima tahun pertama yang disebut eThe Golden Yearsf , seorang anak mempunyai potensi yang sangat besar untuk berkembang. Pada usia ini 90% dari fisik otak anak sudah terbentuk. Karena itu, di masa-masa inilah anak-anak seyogyanya mulai diarahkan. Karena saat-saat keemasan ini tidak akan terjadi dua kali, sebagai orang tua yang proaktif kita harus memperhatikan benar hal-hal yang berkenaan dengan perkembangan sang buah hati, amanah Allah.
Urgensi mendidik anak sejak dini juga banyak disebutkan dalam Al Qur'an dan Al Hadits antara lain :
1.  Terjemahan QS. At Tahrim (66) ayat 6
"Hai orang-orang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang..."
Memelihara, menurut sayyidina Ali: didik dan ajarilah, sedangkan menurut sayyidina Umar: melarang mereka dari apa yang dilarang Allah dan memerintahkan mereka apayang diperintahkan Allah.
2.  Terjemahan Al Hadits
"Setiap yang dilahirkan dalam keadaan suci, maka kedua orang tuanya yang menjadikan ia Yahudi, Nasrani, atau Majusi".
Hadits: seorang bayi mengencingi Rasulullah.
Di dalam buku "Pendidikan Anak Dalam Islam" karangan Abdullah Nashih Ulwan disebutkan bahwa Rasulullah SAW sangat memperhatikan tentang 7 (tujuh) segi dalam mendidik anak, yaitu :
1.  Segi Keimanan
-   menanamkan prinsip ketauhidan, mengokohkan fondasiiman ;
-   mencari teman yang baik ;
-   memperhatikan kegiatan anak.
2.  Segi Moral
-   kejujuran, tidak munafik ;
-   menjaga lisan dan berakhlak mulia
3.  Segi Mental dan Intelektual
-   mempelajari fardhu 'ain dan fardhu kifayah ;
-   mempelajari sejarah Islam ;
-   menyenangi bacaan bermutu yang dapat meningkatkan kualitas diri ;
-   menjaga diri dari hal-hal yang merusak jiwa dan akal
4.  Segi Jasmani
-   diberi nafkah wajib, kebutuhan dasar anak seperti makanan, tempat tinggal, kesehatan, pakaian danpendidikan ;
-   latihan jasmani, berolahraga, menunggang kuda, berenang, memanah, dll ;
-   menghindarkan dari kebiasaan yang merusak jasmani
5.  Segi Psikologis
-   gejala malu, takut, minder, manja, egois dan pemarah
6.  Segi Sosial
-   menunaikan hak orang lain dan setiap yang berhak dalam kehidupan ;
-   etika sosial anak
7.  Segi Spiritual
-   Allah selamanya mendengar bisikan dan pembicaraan, melihat setiap gerak-geriknya dan mengetahui apa yang dirahasiakan ;
-   memperhatikan khusu', taqwa dan ibadah
Jika begitu banyak yang harus kita ajarkan pada anak, kapan waktu terbaik untuk memulai pendidikan kepadabuah hati ?
Simaklah beberapa hasil penelitian baru berikut ini :
1.  Fakta tentang otak :
a.   Saat lahir, bayi punya 100 miliar sel otak yang belum tersambung. Pada usia 0-3 tahun terdapat 1000 triliun koneksi (sambungan antarsel). Pada saat inilah anak-anak bisa mulai diperkenalkan berbagai hal dengan cara mengulang-ulang :
-   memperdengarkan bacaan Al Qur' an ;
-   Bahasa Asing seperti bahasa Inggris ;
-   memperkenalkan nama-nama benda dengan cara bermaindan menunjukkan gambar ;
-   memperkenalkan warna dengan menunjukkan kepadanya dalam bentuk benda yang dia kenal, warna-warna cerah di kamarnya dan gambar ;
-   memperkenalkan aroma buah melalui buku ;
-   membacakan cerita atau dongeng
Pada usia 6 tahun, koneksi yang terus diulang (mengalami pengulangan - pengulangan) akan
menjadi permanen. Sedangkan koneksi yang tidak digunakan akan dipangkas alias dibuang.
Oleh karenanya, usia sebelum 6 tahun adalah saat yang tepat untuk mengoptimalkan daya
serap otak anak agar tidak terpangkas percuma.
b.   Otak yang belum matang rentan terhadap trauma, baik terhadap ucapan yang keras maupun tindakan yang menyakitkan. Susunan otak terbentuk dari pengalaman. Jika pengalaman anak takut dan stress, maka respons otak terhadap dua hal itulah yang akan menjadi arsitek otak sehingga dapat merubah struktur fisik otak. Itulah mengapa kita harus menghindarkan diri dari memarahi anak atau memukulnya. Jika anak kita melakukan kesalahan atau melakukan sesuatu yang tidak sopan, sebaiknyalah kita mulai mengajarkannya mana yang betul dan sopan santun dengan cara yang arif serta penuh kesabaran. Kita dapat mencontoh bagaimana Rasulullah saw. bersikap sangat penuh kasih sayang terhadap anak-anak.
c.    Otak terdiri dari dua belahan yaitu kanan dan kiri yang memiliki fungsi yang berbeda namun saling mendukung.
-   Pekerjaan otak kiri berhubungan dengan fungsi verbal, temporal, logis, analitis, rasional serta kegiatan berpola.
-   Pekerjaan otak kanan berhubungan dengan fungsi kreatif dan kemampuan bekerja dengan gambaran (visual) dan berfikir intuitif, abstrak dan non-verbal serta kemampuan taktil/motorik halus pada tangan, termasuk pembentukan akhlak dan moral.
Sistem pendidikan kita maupun ilmu pengetahuan pada umumnya cenderung kurang memperhatikan kepandaian yang tak terucapkan. Jadi, masyarakat modern cenderung menganaktirikan belahan otak kanan.
Menurut Bob Eberle, seorang ahli pendidikan, "prestasi pikiran manusia memerlukan kerja yang terpadu antara belahan kiri dan otak kanan". Kalau tujuan kita adalah mengembangkan pribadi yang sehat dan jika kita ingin menumbuhkan kreativitas secara penuh, maka diperlukan pengajaran untuk menuju keseimbangan antara fungsi kedua belahan otak itu.
2.  Fakta tentang stress
a.   Anak yang mengalami stress pada usia kritis 0-3 tahun akan menjadi anak yang hiperaktif, cemas danbertingkah laku seenaknya.
b.   Anak dari lingkungan stress tinggi mengalami kesulitan konsentrasi dan kendali diri.
c.   Cara orang tua berinteraksi dengan anak di awal kehidupan akan membuat dampak pada perkembangan emosional, kemampuan belajar dan bagaimana berfungsi di kehidupan yang akan datang.
3.  Ciri-ciri anak pada milenium kedua :
-    mampu berpikir cepat ;
-    mampu beradaptasi dengan cepat dan benar ;
-    memiliki keimanan kuat sebagai filter ;
-    menguasai bahasa dunia ;
-    mampu menyelesaikan masalah dengan cepat ;
-    orang tua mempunyai 7 kebiasaan efektif.
Dilihat dari berbagai hasil penelitian di atas dapat diperoleh gambaran tentang waktu terbaik dalam memulai mendidik anak yaitu sedini mungkin. Juga bagaimana seharusnya sikap kita dalam menghadapi anak agar otaknya tidak mengalami trauma, serta dapat lebih meyakinkan kita lagi sebagai orang tua untuk terus menerus menambah ilmu agar dapat membantu anak mengembangkan potensi dirinya secara maksimal.
Satu pesan sederhana dalam mendidik anak, yang mungkin belum kita sadari sepenuhnya. Betapa banyak yang dapat kita ajarkan kepada anak kita tiap hari, hanya dengan berada di dekatnya. Dengan mengasuh, bermain dan bercakap-cakap dengan bayi kita yang mungil, kita bisa menjadi guru pertama bagi si kecil. Jangan lupa anak tumbuh dan berkembang sangat pesat, pakailah prinsip it's now or never (kalau tidak sekarang berarti tidak sama sekali) dalam mendidik anak.
Wallahu a'lam bi showwab.
Ya Allah berikanlah berkat dan kemampuan kepada kami untuk mendidik, merawat dan mengasuh anak-anak kami. Amiin.

Huh, dasar anak manja! Apa-apa harus dituruti!” Sering, kan, kita mendengar kalimat seperti itu? Tetapi, benarkah anak yang dituduh manja tersebut memang benar-benar manja? Atau hanya karena orangtuanya saja yang memberi label anak manja? Tabloidnova.com memaparkan mitos-mitos tentang anak manja dan penjelasan dari mitos-mitos tersebut.
Mitos 1: Anda berarti akan membuat anak jadi manja bila terlalu banyak menggendongnya. Kadang-kadang anak harus dibiarkan menangis. Jangan terlalu sering menggendong anak.
Fakta:
Dengan menggendongnya, tidak berarti memanjakan anak. Bayi memerlukan sentuhan, pelukan, dan mereka juga perlu digendong. Bayi menangis karena mereka lapar, sakit, buang air kecil, atau karena ingin diperhatikan. Gendong si kecil dan lakukan sesering yang Anda bisa.
Mitos 2: Anak-anak tidak boleh tumbuh berkembang dengan perasaan bahwa mereka selalu bisa mendapatkan apa pun yang mereka inginkan.
Fakta:
Diperlukan contoh yang efektif dari orangtua dalam mengajarkan anak-anak bahwa mereka tidak selalu bisa mendapatkan segala sesuatu yang mereka inginkan. Diperlukan waktu dan kebiasaan agar hal ini bisa tercapai.
Bila Anda sedang berbelanja dan anak mengatakan, “Ma, aku boleh beli mainan ini, enggak?” berikan jawaban, “Tentu saja, tetapi bagaimana kamu akan membayarnya?” atau “Mengapa kamu menginginkan benda tersebut?” Tanyakan padanya berapa uang yang dimilikinya atau apakah dia akan menabung agar bisa mendapatkannya.
Tugas kita sebagai orangtua adalah membantu anak belajar bahwa mereka bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan bila mereka mau berusaha atau bekerja untuk bisa memperolehnya. Selama dalam proses ini mereka akan belajar cara mengatasi masalah, perencanaan, mengutamakan prioritas, dan pencapaian tujuan. Mereka mungkin akan belajar dan memahami, keinginan bisa terwujud jika berusaha. Hal ini disebut juga sebagai fenomena tanggung jawab terhadap diri sendiri.
Mitos 3: Memang ada anak-anak yang manja dari “sono”nya.

Fakta:
Tidak ada anak yang terlahir manja. Manja merupakan kesimpulan dan penilaian yang dibuat oleh orang terhadap pengamatan suatu perilaku.
Apakah ada anak yang memang berperilaku manja? Tentu saja ada. Apakah ada anak-anak yang merengek dan baru diam sesudah orang tuanya mengabulkan permintaannya? Ada. Adakah anak-anak yang menjerit bila permintaannya tidak dikabulkan? Ada. Adakah anak-anak yang tidak menghargai pemberian yang sederhana? Ada. Nah,apakah hal ini berarti mereka manja? Tidak! Yang ada adalah anak-anak yang belajar dan berusaha mendapatkan apa yang mereka inginkan dengan berperilaku “mengancam” agar permintaannya dikabulkan.
Anak-anak dengan perilaku mengancam tidak termasuk kategori manja. Mereka adalah anak-anak yang memilih berperilaku kurang pantas dan oleh karena itu perilaku mereka harus diarahkan dan diubah. Anak-anak ini harus diajarkan dengancara yang lebih efektif dalam berinteraksi, menyampaikan apa yang mereka inginkan, serta dalam mengungkapkan perasaan mereka.
Mitos 4: Bagi sebagian anak, manja merupakan gambaran yang baik.
Fakta:
Manja tidak pernah merupakan gambaran yang akurat bagi anak-anak. Manja tidak menggambarkan perilaku melainkan merupakan suatu penilaian.
Jangan memberikan label manja pada anak. Bila Anda membernya label manja, maka anak cenderung menjadi manja. Bila Anda percaya si kecil manja, maka Anda akan selalu menganggap segala sesuatu yang dilakukan si anakadalah manja. Bila melihat sesuatu yang dapat diinterpretasikan sebagai manja, maka Anda seakan membuktikan keyakinan bahwa si kecil memang manja. Keyakinan yang melekat pada diri Anda akhirnya dikomunikasikan kepada anak sehingga ia mulai melihat dirinya sebagai anak yang dimanja.
Mitos 5: Sangat penting untuk menegur anak bila mereka bersikap manja.
Fakta:
Memberikan label manja pada anak atau mengatakan mereka manja, bukan merupakan sikap yang baik dari orangtua. Bila Anda menyebut si kecil manja, yang mereka dengar bukanlah manja melainkan sebagai manja yang merusak. Apakah Anda ingin anak merasa dirinya sebagai anak yang manja?
Bila Anda menganggap anak Anda manja, tanyakan pada diri Anda, perilaku yang mana yang membuat Anda menilai anak Anda manja? Lalu komunikasikan gambaran perilaku tadi dengan setiap informasi lain yang dapat membantu Anda. Bila anak Anda merengek meminta sesuatu, ajarkan anak Andacara meminta dengan menggunakan bahasa yang baik.
Mitos 6: Anak-anak yang memiliki mainan yang berlimpah cenderung dimanja.
Fakta:
Mitos tersebut tidak benar. Memiliki mainan atau barang-barang yang berlimpah bukan merupakan indikasi dari anak yang manja. Kita harus melihat bagaimana benda tersebut diperoleh, kegunaannya, dan bagaimana sikap anak tersebut terhadap benda-benda yang dimilikinya.
Mitos 7: Anak yang manja perlu diubah.
Fakta:
Tidak. Yang perlu diubah adalah orangtuanya. Orangtua perlu mengubah perilaku mereka dalam menghadapi anak yang mengancam karena keinginannya tidak dikabulkan. Orangtua perlu menyisihkan waktunya untuk mengajarkan perilaku baru pada anak-anak mereka. Menghadapi konflik yang terjadi dan menyediakan waktu untuk mencari jalan keluarnyaadalah apa yang harus orangtua lakukan.
Bayi hanya diberikan ASI saja, langsung atau tidak langsung (diperas). Secara keseluruhan, pemberian ASI Eksklusif mencakup hal-hal sbb:
1. Hanya ASI sampai umur 4 bulan
2. Menyusui dimulai 30 menit setelah bayi lahir
3. Tidak memberikan makanan pralakteal seperti air gula atau air tajin kepada bayi baru lahir
4. Menyusui sesuai kebutuhan bayi (on demand)
5. Berikan kolostrum (ASI yang keluar pada hari-hari pertama, yang bernilai gizi tinggi) kepada bayi
6. Menyusui sesering mungkin, termasuk pemberian ASI pada malam hari
7. Cairan lain yang dibolehkan hanya vitamin/mineral dan obat dalam bentuk drops atau sirup
(WHO/Unicef, 1989).



Pemberian MP-ASI (Makanan Pendamping ASI)
Disamping ASI, bayi diberikan makanan lain berupa makanan padat atau setengah cair, termasuk susu. Definisi MP-ASI adalah makanan yang diberikan disamping ASI kepada bayi mulai usia 4 bulan untuk mencapai kecukupan gizinya.

Permasalahan dalam Menyusui dan Cara Mengatasinya

a. Puting susu datar dan terpendam

Cara mangatasinya: Puting susu ditarik-tarik sampai menonjol, kalau perlu dengan bantuan pompa susu.

b. Puting lecet adan nyeri

Hal ini disebabkan oleh karena posisi menyusui atau cara menghisap yang salah, puting susu belum meregang (belum siap untuk disusui), dan hisapan bayi sangat kuat.

Cara mengatasinya: 
Mulai menyusui pada puting yang tidak sakit
Susui sebelum bayi sangat lapar agar menghisapnya tidak terlalu kuat
• Perbaiki cara menghisap, bibir bayi menutupi areola diantara gusi atas dan bawah
• Jangan membersihkan puting dengan sabun atau alkohol
• Perhatikan cara melepaskan mulut bayi dari puting setelah selesai menyusui. Letakkan jari kelingking
di sudut bawah
• Keluarkan sedikit ASI untuk dioles pada puting selesai menyusui
• Biarkan puting kering sebelum memakai BH
• Kalau lecet tidak sembuh dalam 1 minggu, rujuk ke Puskesmas
• Usahakan bayi menghisap sampai kebagian hitam disekitar puting (aerola).

c. Payudara bengkak

Sekitar hari ke 3-4 payudara sering terasa lebih penuh atau tegang disertai rasa nyeri.

Cara mengatasinya: 

• Susuilah bayi sesuai kebutuhan
• Susuilah bayi tanpa dijadwal sesuai kebutuhan
• Keluarkan ASI dengan pompa atau manual dengan tangan bila produksi ASI melebihi kebutuhan bayi
• Untuk mengurangi rasa sakit, kompres dengan air hangat
• Lakukan pengurutan mulai dari puting kearah pangkal.

d. Saluran ASI tersumbat

Cara mengatasinya:
• Kelurakan ASI dengan tangan/pompa
• Kompres air hangat sebelum menyusui, kompres air dingin setelah menyusui

e. Radang payudara

Terjadi pada 1-3 minggu setelah melahirkan. Tanda-tandanya adalah:
• Kulit payudara tampak lebih merah
• Payudara mengeras
• Nyeri dan berbenjol-benjol

Cara mengatasinya:

• Tetap menyusui bayi
• Bila disrtai demam dan nyeri dapat diberi obat penurun demam dan menghilangkan rasa nyeri
• Bila belum berhasil segera rujuk ke Puskesmas
• Lakukan perawatan payudara secara baik dan teratur.


f. Payudara abses

Abses pada payudara disebabkan karena radang payudara. Untuk sementara payudara yang abses tidak dipakai untuk menyusui. Rujuk ke Puskesmas. Setalah sembuh bayi dapat menyusui kembali.

g. Produksi ASI kurang

• Ibu perlu menjaga ketenangan pikiran
• Cukup istirahat dan mempertinggi rasa percaya diri akan kemampuan menyusui bayinya
• Makanan ibu cukup bergizi
• Tingkatkan frekuensi menghisap/menyusui

h. Bingung putting

Bila ibu bekerja atau karena sesuatu hal bayi terpaksa diberikan susu buatan, berikan dengan sendok, jangan dengan dot susu botol karena menyusui dari dot berlainan dengan puting ibu. Ini untuk menghindari agar bayi tidak bingung puting.

Mempertahankan dan mempertinggi produksi ASI.
Merawat payudara dan senam payudara. Memperhatikan makanan ibu menyusui. Ibu menyusui makan lebih banyak dari biasanya dan minum 6-8 gelas sehari. Banyak istirahat. Menjaga ketenangan pikiran dan mempertinggi rasa percaya diri akan kemampuan menyusui bayinya. Teruskan menyusui. Hisapan bayi akan merangsang produksi ASI.

Relaktasi
Apabila menyusui terhenti untuk sementara karena sesuatu sebab dan ibu ingin menyusui lagi, maka caranya adalah dengan memberikan kesempatan pada bayi menghisap payudara 8-10 kali sehari, tiap kali selama 15 menit. Apabila puting menjadi nyeri atau lecet, teruskan pemberian ASI tetapi waktunya lebih pendek, yaitu 2-3 menit tiap kali. Kalau ASI belum keluar, beri susu formula pengganti ASI sebagai tambahan. Rata-rata ASI diproduksi lagi setelah 1-2 minggu.

Hal-hal penting yang perlu diketahui berkaitan dengan perilaku ASI Eksklusif

1. Apa yang dimaksud dengan ASI Eksklusif ?
Yang dimaksud dengan ASI Eksklusif yaitu perilaku dimana hanya memberikan Air Susu Ibu (ASI) saja kepada bayi sejak lahir sampai usia 4 (empat) bulan.

2. Apa yang dimaksud dengan kolostrum ?
Kolostrum (susu pertama) adalah ASI yang keluar pada hari-hari pertama setelah bayi lahir (4-7 hari), berwarna kekuning-kuningan dan lebih kental karena mengandung banyak vitamin A, protein dan zat kekebalan yang penting untuk kesehatan bayi.

3. Apa manfaat kolostrum bagi kesehatan bayi ?
Kolostrum sangan bermanfaat bagi kesehatan bayi karena dapat melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi terutama diare, dan membantu pengeluaran mekonium, yaitu kotoran bayi pertama yang berwarna hitam kehijauan.

4. Mengama menyusui selalu dianjurkan dan apa manfaat pemberian ASI ?
Karena ASI makanan yang lengkap zat gizinya bagi bayi.
 Manfaat ASI:
• ASI adalah makanan terbaik untuk bayi dan mudah dicerna oleh sistem pencernaan bayi
• ASI mengandung zat gizi berkualitas tinggi, berguna untuk kecerdasan dan pertumbuhan.
• ASI mengandung asam amino essensial yang sangat penting untuk meningkatkan jumlah sel otak bayi
(berkaitan dengan kecerdasan bayi), terutama sampai usia bayi 6 bulan. Bila pada periode tersebut terjadi kekurangan gizi, akan terjadi penurunan jumlah sel otak sebanyak 15-20%.
• ASI mengandung zat kekebalan, melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi
• ASI selalu aman dan bersih
• ASI tidak pernah basi
• ASI mempunyai suhu yang tepat, sehingga dapat langsung diberikan kepada bayi setiap saat
• ASI mengandung zat antibodi sehingga menghindarkan bayi dari alergi dan diare

Manfaat menyusui:
• Lebih mudah pemberiannya (ekonomis dan praktis)
• Menyusui mempererat hubungan kasih sayang antara ibu dan anak
• Menyusui dapat menjarangkan kelahiran (cara alamiah penunjang KB) jika bayi disusui hanya ASI saja
selama 4 bulan pertama, tanpa diselingi makanan lainnya
• Menghindarkan ibu dari kemungkinan timbulnya kanker payudara
• Uterus cepat pulih
• Ibu lebih sehat dan bayi tidak kegemukan
• Mencegah timbulnya Diabetes Millitus pada masa bayi/anak-anak
• Interaksi antara ibu dan bayi yang penting untuk perkembangan kejiwaan/mental anak

5. Apakah yang dimaksud dengan makanan pralakteal?
Makanan pralakteal adalah makanan dan minuman yang diberikan kepada bayi sebelum ASI keluar. Jenis-jenis makanan minuman tersebut antara lain: air kelapa, air tajin, madu, pisang, nasi yang dikunyah oleh ibunya, pepaya, dll.

6. Mengapa pemberian makanan dan minuman pralakteal berbahaya bagi bayi?
Pemberian makanan dan minuman pralateal berbahaya bagi bayi karena:
• Saluran pencernaan bayi belum cukup kuat untuk mencernakan makanan atau minuman selain ASI
• Makanan atau minuman lain sering mengandung kuman yang bisa membuat bayi sakit

Jadi tidak boleh memberikan makanan dan minuman lain kepada bayi selain ASI sampai dengan usia 4 bulan, agar pertumbuhan dan kesehatan bayi tetap terjaga baik.

7. Mengapa hanya ASI saja yang diberikan kepada bayi sejak lahir hingga umur 4 bulan:
• ASI saja cukup. Pada periode usia bayi 0-4 bulan, kebutuhan gizi bayi baik kualitas maupun kuantitas terpenuhi dari ASI saja, tanpa harus diberikan makanan ataupun minuman lainnya.
• Pemberian makanan lain akan mengganggu produksi ASI dan mengurangi kemampuan bayi untuk menghisap. Daya cerna bayi hanya cocok untuk ASI.
• Zat kekebalan dalam ASI maksimal dan dapat melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi.
• Asam lemak esensial dalam ASI bermanfaat untuk pertumbuhan otak, sehingga merupakan dasar perkembangan kecerdasan bayi dikemudian hari.

8. Kapan ibu mulai menyusui bayinya?
• Ibu harus menyusui bayinya sesegera mungkin yaitu pada periode 30 menit setelah bayi lahir, karena daya hisap bayi pada saat itu paling kuat
• Sentuhlah mulut dengan puting, sehingga bayi terangsang untuk menghisap, meskipun ASI belum keluar. Melalui perlekatan antara ibu dan bayi, perlakuan tersebut akan mempercepat proses pengeluaran ASI
• Hisapan bayi akan merangsang keluarnya ASI.

9. Berapa lama ibu harus menyusui bayinya?

• Susuilah bayi sesering mungkin sesuai dengan kebutuhan bayi
• Menyusui dilakukan secara bergantian antara kedua payudara sampai kosong hingga bayi tenang dan puas, biasanya + 10 menit.

10. Bagaimana cara menghentikan bayi menyusui?
Menghentikan bayi menyusui dapat dilakukan dengan cara:
Bila bayi selesai disusui tapi mulutnya masih melekat pada puting susu ibu, dapat dilakukan dengan menekan sudut mulut bayi dengan salah satu jari dan bayi akan melepas puting dengan perlahan.

11. Bagaimana cara menyendawakan bayi setalah disusui?
Menyendawakan bayi dapat dilakukan dengan cara: Meletakkan bayi pada bahu ibu atau telungkup sampai bersendawa.

12. Bagaimana cara meningkatkan produksi ASI?

Cara meningkatkan produksi ASI dapat dilakukan dengan hal-hal sebagai berikut:
• Melakukan persiapan menyusui saat ibu sedang hamil
• Susuilah bayi segera setalah bayi lahir
• Susuilah bayi sesering mungkin. Semakin sering bayi menghisap puting susu, semakin banyak ASI
yang keluar
• Susuilah bayi dari kedua payudara yang kiri dan kanan secara bergantian pada setiap kali menyusui
• Jangan memberikan makanan dan minuman lain selain ASI sampai dengan usia bayi 4 bulan.

13. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi keberhasilan menyusui ?
Keberhasilan menyusui sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor sbb:
• Ibu harus yakin bahwa mampu menyusui.
• Ibu cukup minum (8-12 gelas/hari) dan makan lebih banyak makanan bergizi. Usahakan makan 2 kali.
lebih banyak dari pada biasanya dan makan makanan yang segar dan bervariasi setiap hari.
• Ibu dalam keadaan pikiran yang tenang, tentram dan santai.
• Perhatikan cara meletakkan bayi dan melekatkan puting pada mulut bayi dengan benar.
• Makin sering payudara dihisap bayi, makin banyak produksi ASI.
• Pengertian dan dukungan keluarga, terutama dari suami sangat penting.

14. Apa yang dimaksud dengan laktasi ?
Laktasi adalah keseluruhan proses menyusui, mulai dari ASI diproduksi sampai proses bayi mengisap dan menelan ASI.

15. Bagaimana cara menyusui yang baik dan benar ?
Cara menyusui yang baik dan benar dapat dilakukan sbb:
• Sebelum menyusui, sebaiknya ibu mencuci tangan terlebih dahulu.
• Bersihkan puting susu dengan air hangat, kemudian dilap dengan kain yang bersih.
• Letakkan kepala bayi pada lengkung siku dan bokong bayi ditahan dengan telapak tangan.
• Perut bayi menempel pada badan ibu, telinga dan lengan bayi terletak pada satu garis lurus
• Waktu mulai menyusui, peganglah bagian bawah payudara dengan keempat jari, dan ibu jari diletakkan
di bagian atas payudara.
• Setuhkan puting pada bibir atau pipi bayi untuk merangsang agar mulut bayi terbuka lebar.
• Masukkan seluruh puting dan sebahagian lingkaran di sekitar puting (areola) ke mulut bayi
• Ibu dan bayi harus berada dalam keadaan santai, tenang dan nyaman.

16. Bagaimana cara menyimpan ASI?
ASI dapat disimpan dalam wadah yang bersih (steril), tertutup dan dapat tahan sampai: 6 jam pada suhu kamar. Sebelum diberikan kepada bayi dengan sendok atau gelas, ASI dapat dihangatkan dengan merendam wadah ASI dalam mangkok atau panci berisi air hangat/panas.

17.Bagaimana cara mengatasi puting datar dan terbenam ?
Puting datar dan terbenam dapat diatasi dengan cara:
Setiap selesai mandi pada periode kehamilan di atas 7 bulan, puting susu ditarik-tarik sampai menonjol atau dengan bantuan pompa susu. Setelah lahir, penarikan puting susu jangan dilakukan berlebihan.

18.Bagaimana cara mengatasi puting lecet dan nyeri ?
Untuk mengatasi puting lecet dan nyeri dapat dilakukan hal-hal sbb:
• Mulai menyusui pada puting yang tidak sakit
• Susui sebelum bayi sangat lapar
• Jangan membersihkan puting susu dengan sabun atau alkohol
• Perbaiki posisi bayi pada saat menyusui
• Perhatikan cara melepas mulut bayi dari putting
• Keluarkan sedikit ASI untuk dioleskan pada puting selesai menyusui
• Biarkan puting kering sebelum memakai BH
• Bila lecet tidak sembuh dalam 1 minggu, rujuk ke Puskesmas
• Usahakan bayi menghisap sampai aerola

19. Bagaimana cara mengatasi payudara bengkak dan puting nyeri ?
Untuk mengatasi payudara bengkak dan puting nyeri dapat dilakukan hal-hal sbb:

• Susuilah bayi setiap kali meminta
• Keluarkan ASI dengan pompa atau tangan
• Untuk mengurangi rasa sakit, kompres dengan air hangat
• Perbaiki cara meletakkan bayi (tubuh bayi menghadap perut ibu) dan cara meletakkan bayi (letak mulut pada areola).

20. Bagaimana cara menyapih yang baik ?

• Kurangi frekuensi menyusui secara bertahap
• Tambah frekuensi makanan pendamping air susu ibu (MP-ASI) dan makanan selingan
• Jadwal menyusui terakhir, pada malam hari dihentikan
• Tetap berikan perhatian dan kasih sayang
• Menyapih sebaiknya di mulai pada masa anak berusia diatas 2 tahun.

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More